Thursday, October 25, 2012

PONDASI RUMAH SEDERHANA PADA TANAH DAERAH RAWA


Setiap bangunan sipil seperti gedung, jembatan, jalan raya, terowongan, menara, dam atau tanggul, dan sebagainya harus mempunyai pondasi yang dapat mendukungnya. Istilah pondasi digunakan dalam teknik sipil untuk mendefinisikan suatu konstruksi bangunan yang berfungsi sebagai penopang bangunan dan meneruskan beban bangunan diatasnya (upper structure) ke lapisan tanah yang cukup kuat daya dukungnya. Untuk itu, pondasi bangunan harus diperhitungkan agar dapat menjamin kestabilan bangunan terhadap berat sendiri, beban-beban yang bekerja, gaya-gaya luar seperti tekanan angin, gempa bumi, dan lain-lain. Disamping itu tidak boleh terjadi penurunan melebihi batas yang diizinkan.
Pondasi bangunan biasanya dibedakan atas dua bagian yaitu pondasi dangkal (shallow foundation) dan pondasi dalam (deep foundation), tergantung dari letak tanah kerasnya dan perbandingan kedalaman dengan lebar pondasi. Pondasi dangkal kedalamannya kurang atau sama dengan lebar pondasi (D ≤ B) dan dapat digunakan jika lapisan tanah kerasnya terletak dekat dengan permukaan tanah. Sedangkan pondasi dalam digunakan jika lapisan tanah keras berada jauh dari permukaan tanah.
Seperti telah dijelaskan diatas bahwasanya pondasi dibedakan atas dua bagian. Pondasi dangkal dapat dibedakan atas beberapa jenis yaitu pondasi telapak, pondasi cakar ayam, pondasi sarang laba-laba, pondasi gasing, pondasi grid, dan pondasi hypaar (pondasi berbentuk parabola-hyperbola). Sedangkan pondasi dalam terdiri dari pondasi sumuran, pondasi tiang, dan pondasi caisson.
Pada perencanaan pondasi terlebih dahulu perlu diketahui susunan lapisan tanah yang sebenarnya pada suatu tempat dan juga hasil pengujian laboratorium dari sampel tanah yang diambil dari berbagai kedalaman lapisan tanah dan mungkin kalau ada perlu juga diketahui hasil pengamatan lapangan yang dilakukan sewaktu pembangunan gedung-gedung atau bangunan-bangunan lain yang didirikan dalam kondisi tanah yang serupa.
Penyelidikan tanah (soil investigation) adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui sifat-sifat dan karakteristik tanah untuk keperluan rekayasa (engineering). Adapun tujuan dari penyelidikan tanah ini pada umumnya mencakup maksud-maksud sebagai berikut:
1. Untuk menentukan kondisi alamiah dan lapisan-lapisan tanah di lokasi yang ditinjau;
2. Untuk mendapatkan sampel tanah asli (undisturb) dan tidak asli (disturb) untuk mengidentifikasi tanah tersebut secara visual dan untuk keperluan pengujian laboratorium;
3. Untuk menentukan kedalaman tanah keras;
4. Untuk melakukan uji lapangan (in situ field test) seperti uji rembesan, uji geser fane, dan uji penetrasi baku;
5. Untuk mengamati kondisi pengaliran air tanah ke dalam dari lokasi tanah tersebut;
6. Untuk mempelajari kemungkinan timbulnya masalah khusus perilaku bangunan yang sudah ada disekitar lokasi tersebut.

Pondasi setempat (Single footing/Einzelfundament)
Pondasi ini umumnya dibuat pada bagian yang terpisah seperti misalnya di bawah kolom-kolom pendukung (kolom struktur), tiang, dan sebagainya. Kemudian juga biasa digunakan pada konstruksi bangunan kayu di daerah rawa-rawa. Pada bangunan sementara sering juga digunakan penumpu batu alam massif yang bertarah atau balok beton bertulang yang pre-fabrikasi dan diletakkan di atas permukaan tanah yang diratakan saja.
Ciri-ciri dari pondasi setempat ini adalah:
1). jika tanahnya keras, mempunyai kedalaman > 1,5 meter ;
2). pondasi dibuat hanya di bawah kolom;
3). masih menggunakan pondasi menerus sebagai tumpuan men-cor sloof, tidak digunakan untuk mendukung beban.
Adapun bentuk-bentuk dari pondasi setempat antara lain:
1). pondasi pilar, dibuat dari pasangan batu kali berbentuk kerucut terpancung.
2). pondasi sumuran, dibuat dengan cara menggali tanah berbentuk ulat sampai kedalaman tanah keras, kemudian diisi adukan beton tanpa tulangan dan batu-batu besar.
3). pondasi umpak, dipakai untuk bangunan sederhana yang umumnya dibuat dari rangka kayu dengan dinding dari papan atau anyaman bamboo. Pondasi umpak dipasang di bawah setiap tiang penyangga. Tiang ini satu sama lain dihubungkan dengan balok kayu yang dipasang di bagian bawah tiang yang juga untuk menumpu papanpapan lainnya, di bagian atas tiang menyatu dengan atapnya. Untuk memelihara pondasi, kayu dibuat keluar permukaan tanah sampai ketinggian ± 1 meter.
Pondasi umpak dapat dibuat dari bahan-bahan sebagai berikut:
a) pasangan bata yang disusun bertangga;
b) pasangan batu kali
c) cor beton tidak bertulang;
d) batu alam yang dibentuk menjadi lunak.
4). pondasi telapak, dibuat dari konstruksi beton bertulang berbentuk plat
persegi, disebut juga “voetplat”.
c. Pondasi pelat (Plate foundation/ Plattenfundament)
Pondasi pelat beton bertulang biasanya seluas ukuran gedung yang direncanakan. Pondasi ini membagi beban secara merata ke tanah bangunan. Pondasi pelat ini biasa digunakan dalam hal:
1). daya dukung tanah jelek atau beban bangunan yang tinggi;
2). raster atau jarak-jarak tiang/dinding kurang dari 8 meter;
3). beban bangunan yang tinggi sudah dibagi merata oleh konstruksi atas;
4). pada daerah rawan banjir, pondasi ini akan mencegah meresapnya air
dari bawah (tanah).
Permasalahan yang sering dihadapi pada konstruksi yang didirikan pada tanah lunak adalah rendahnya daya dukung tanah pada saat pembebanan pada konstruksi tersebut. Kandungan air yang tinggi pada tanah lempung dapat merenggangkan ikatan antar butir tanah sehingga daya dukung terhadap konstruksi yang didirikan di atasnya menjadi rendah. Selain itu, penurunan yang berlebihan dapat terjadi pada saat struktur yang dibebani.
Alternatif solusi untuk mengatasi masalah tersebut antara lain dengan memperbesar ukuran pondasi atau memperbaiki kondisi tanah lunak tersebut, yaitu dengan menggunakan proses elektrokinetik yang berfungsi untuk menurunkan kadar air tanah sehingga meningkatkan daya dukung tanahnya. Oleh karena itu, daya dukung pondasi tiang juga menjadi meningkat.

File lengkapnya dapat di download disini

2 comments:

  1. Cukup bermanfaat artikelnya
    Bila anda mebutuhkan podasi yg kuat untuk rumah tinggal, rukan, gudang dll dengan metode
    bor pile atau strauss pile
    bisa klik link di atas, tks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Atau email di supriyadi157@gmail.com

      Delete